@sabar. Powered by Blogger.
RSS

Translate

GANGGANG HIJAU (CHLOROPHYTA)


Chlorophyta dibagi menjadi 2 kelas, yaitu Chloropyceae dan Charophyceae
Menurut Smith (1955) Kelas Chlorophyceae dibagi menjadi 12 Ordo (bangsa), yaitu:
1. Volovocales
2. Tetrasporales
3. Ulothrichales
4. Ulvales
5. Schizogoniales (Prasiolales)
6. Cladophorales
7. Oedogoniales
8. Zygnematales
9. Chlorococcales
10. Siphonales
11. Dasycladales
12. Siphonocladales.
Perkembangbiakan
1. secara vegetatif: dengan fragmentasi talusnya
2. secara aseksual: dengan pembentukan zoospora, aplanospora, hipnospora, autospora.
3. secara seksual: isogami, Anisogami, oogami, aplanogami.

Tempat hidup
Sebagian besar 90% merupakan algae air tawar terdapat pula di tanah atau di dinding tembok yang lembab, di atas batang pohon dan dapat pula sebagai epifil (pada permukaan daun).
Ciri-ciri
1. Pigmen, khlorofil a dan b, santofil, dan karoten, khlorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput.
2. Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam khloroplas.
3. Khloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb.
4. Sel berinti sejati (eukaryotik) , satu atau lebih.
5. Dinding sel mengandung selulose dan berlendir sehingga lingkungan jadi licin.
6. Banyak terdapat di danau, kolam ada juga yang hidup di laut (90% hidup di air tawar dan 10% hidup di laut) Yang hidup di air umumnya sebagai plankton atau bentos, juga menempel pada batu dan tanah dan Ganggang hijau merupakan kelompok ganggang yang paling banyak jumlahnya diantara gangganga lain.
7. Bentuk talus/struktur vegetatif
a. uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp.
b. uniseluler nonmotil/kokoid / bulat : Chlorella sp.
c. koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp
d. koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp.
e. palmeloid: Tetraspora sp.
f. dendroid: Prasinocladus sp.
g. berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp.
h. tidak bercabang: Oedogonium sp., Spirogyra sp.
i. heterotrikh: Coleochaeta sp., Stigeoclonium sp.
j. berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp.
k. lembaran yang monostromatik: Monostroma sp.
l. berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha
m. berbentuk sifon/spnositik: Caulerpa sp., Codium sp.
Chlorophyta berbentuk benang
Contoh: Spyrogyra dengan konjugasi
• Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu di perairan, di kolam, sawah atau perairan yang airnya tidak deras,
• Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, generatif dengan konyugasi yaitu dua Spirogyra yang bertonjolan berdekatan, kemudian dua tonjolan bergabung membentuk pembuluh, protoplasma isi sel yang berlaku sebagai gamet, gamet sel yang satu pindah ke gamet sel yang lain dan terjadilah plasmogami dan diikuti kariogami, hasil persatuan ini berupa zigospora diploid, zigospora mengadakan meiosis dan tumbuh menjadi benang baru yang haploid, dan hanya satu sel yang menjadi individu baru
• Bentuk tubuh seperti benang, silindris dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti.
Jadi langkah Konjugasi Spirogyra itu sebagai berikut :
• Dua benang saling berdekatan,
• sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan.
• Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi.
• Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain.
• Kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami
• segera diikuti oleh peleburan inti yang disebut kariogami.
• Hasil peleburan membentuk zigospora diploid.
• Zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang Spirogyra baru yang haploid.

Chlorella
• Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar.
• Ukuran tubuh mikroskopis, bersel satu
• bentuk tubuhnya bulat
• Mempunyai khloroplast untuk fotosintesis dan kloroplastnya menyerupai mangkuk atau lonceng
• berkembangbiak dengan pembelahan sel, tiap sel membentuk 4 sel anakan
• Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium sebagai SCP(Single Cell Protein)atau Protein Sel Tunggal untuk penyedia protein masa depan
• Juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat-obatan, bahan kosmetik dan bahan makanan. Serbuk Chlorella dalam industri obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan “Sun Chlorella”. Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di Pasuruan)
Chlorococcum
• Tubuh bersel satu,
• tempat hidup air tawar,
• bentuk bulat telur,
• setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk.
• Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)
Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak
Chlamidomonas

• Bentuk sel bulat telur
• memiliki 2 flagel sebagai alat gerak
• terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloroplas.
• Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata)
• terdapat pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.
• Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi
Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak
Contoh: Hydrodictyon
• Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar
• Koloninya berbentuk seperti jala.
• Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.
• Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi.
• Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru.
• Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi.
Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak
Contoh: Volvox
• Volvox ditemukan di air tawar
• Koloni berbentuk bola jumlah antara 500 - 5000 buah
• Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata
• Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.

Oedogonium
• Ganggang ini berbentuk benang
• ditemukan di air tawar dan melekat di dasar perairan
• Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang berflagela banyak.
• Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid).
• Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut Oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh membentuk individu.
Chlorophyta berbentuk lembaran
Contoh: Ulva
• Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar perairan
• bentuk seperti lembaran daun. sering disebut dengan selada air dan dapat dimakan
• Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora
• Spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid. (perhatikan gambar di bawah):
Chara
• Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan.
• Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang, berukuran kecil.
• Pada ruasnya terdapat nukula dan globula.
• Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum.
• Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel.
• Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ganggang


Ganggang merupakan tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang dan daun yang sebenarnya, tetapi sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof. Tubuhnya terdiri atas satu sel (uniseluler) dan ada pula yang banyak sel (multi seluler). Yang Uniseluler umumnya sebagai Fitoplankton sedang yang multiseluler dapat hidup sebagai Nekton, Bentos atau Perifiton. Habitat alga adalah air atau di tempat basah, sebagai Epifit atau sebagai Endofit.
Ganggang berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif.

Ganggang atau ganggeng merujuk pada semua vegetasi yang tumbuh di air (baik air tawar maupun air laut), khususnya yang cukup besar (dapat dilihat mata telanjang), seringkali membentuk massa yang besar, dan memanjang (berbentuk berkas). Istilah ini tidak memiliki makna biologi tetapi biasa digunakan pengguna transportasi perairan untuk menghindari wilayah yang sulit dilayari.
Istilah ganggang dalam biologi pernah dipakai untuk menyebut kelompok organisme rendah alga, namun mendapat tentangan karena sejumlah anggota tumbuhan berbunga perairan juga disebut sebagai ganggang (seperti HydrillaCeratophyllum, dan Cabomba). Untuk mencegah kesalahpahaman, istilah "ganggang" sekarang dihindari dalam konteks botani.

BERDASARKAN PERBEDAAN PIGMEN, GANGGANG DIBAGI MENJADI 4 DIVISIO
1.CLOROPHYTA (ganggang hijau)
Mengandung pigmen hijau, yaitu klorofil
Contoh :
- Chlamydomonas sp.
- Chlorella sp.
- Euglena sp. Volvox sp. mahluk transisi antara ganggang dan
protozoa
2.CHRYSOPHYTA (ganggang keemasan)
Memiliki pigmen Karoten, disamping adanya klorofil.
Contohnya yang paling umum adalah Navicula sp. (Ganggang kresik = Diatomae), ganggang ini mengandung zat kersik yaitu silikat. Tanah yang mengandung ganggang ini disebut Tanah Diatom, baik sekali sebagai bahan lapisan pada dinamit, dapat pula digunakan sebagai bahan penggosok, saringan dan lain-lain.
3.PHAEOPHYTA (ganggang pirang=ganggang coklat)
Memiliki pigmen Fikosantin, disamping adanya klorofil. Semua anggotanya hidup di laut.

Contohnya:
- Turbinaria australis
- Sargassum siliquosum
- Fucus vesiculosus (bahan pewarna
alami)

Beberapa jenis ganggang ini menghasil-kan Asam Alginat yang berguna bagi industri tekstil dan makanan sebagai zat warna.
4.RHODOPHYTA (ganggang merah)
Memiliki pigmen Fikoeritrin, di samping ada-nya klorofil.

Contohnya:
- Eucheuma spinosum, merupakan
penghasil agar-agar.
- Gracillaria sp., menghasilkan bahan untuk
pembuatan kosmetika

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Struktur Otak dan Fungsinya


 Struktur Otak dan Fungsinya

Otak merupakan bagian yang penting dalam sistem syaraf pusat. Otak manusia terdiri dari tiga bagian utama yang saling terhubung, yaitu batang Otak, Thalamus dan Cerebellum, sebagaimana tampak pada gambar berikut ini.
Gambar 1.Otak Manusia
1)    Batang Otak, Thalamus, dan Cerebellum
Batang Otak dapat ditemukan pada semua jenis spesies vetebrata. Batang Otak mengandung struktur yang mengatur wilayah internal tubuh. Medulla terletak dibagian atas sum—sum tulang belakang (spinal cord), yang merupakan pusat pernafasan, tekanan darah, dan detakan jantung. Kerusakan pada bagian ini akan menimbulkan hal yang fatal. Jaringan saraf yang mengalir keseluruh tubuh dari Otak, melewati bagian ini. Hal ini berarti bahwa bagian kiri tubuh terhubung dengan bagian kanan Otak dan bagian kanan tubuh terhubung dengan bagian kiri Otak.
Thalamus berfungsi untuk menghubungkan sensor informasi yang datang menuju cerebral cortex, tempat dimana informasi itu diproses. Sebagai contoh, thalamus menyalurkan informasi dari mata menuju cortical area untuk penglihatan.
Cerebellum berfungsi mengoordinasikan gerakan, mengontrol postur tubuh, dan menjaga keseimbangan. Banyak penelitian terbaru menyarankan bahwa cerebellum memiliki peranan penting dalam kemampuan untuk belajar dan bergerak dengan seimbang.
2)    Sistem Limbik
Sistem limbik memediasi dorongan perilaku, respons emosional, dan proses ingatan. Sistem ini juga mengatur temperatur badan, tekanan darah, dan kadar gula darah serta melakukan kegiatan perawatan tubuh yang lain. Sistem limbik mengandung 3 bagian utama, yaitu hipocampus, amygdala, dan hypothalamus.

                         Gambar 2. Sistem Limbik
Hypocampus merupakan bagian limbik yang terbesar dan memiliki fungsi penting dalam mengoordinasikan ingatan.
Amygdala berfungsi mengontrol emosi dan pembentukan ingatan emosional. Kerusakan pada bagian ini akan mempengaruhi kontrol terhadap motivasi dan dorongan seseorang. Para peneliti berasumsi bahwa bagian ini memiliki peranan dalam kemahiran seseorang dan penggunaan ilmu pengetahuan tentang ancaman dan bahaya.
Hypothalamus merupakan bagian terkecil dalam Otak, yang memiliki peranan penting dalam mengontrol kegiatan sehari-hari. Bagian ini mengatur proses psikologis termasuk motivasi untuk berperilaku atau bertindak (termasuk makan, minum, mengatur suhu, dan gairah seks).
3) Cerebrum
Cerebrum berfungsi untuk mengatur sistem kognisi Otak dan fungsi emosional. Pada bagian luar cerebrum, yang mengandung jutaan sel dalam belahan setebal 1/10 inchi dinamakan cerebral cortex. Gambar berikut ini menunjukkan lapisan luar cerebral.
                               Gambar 3. Lapisan Luar Cerebral.
Cerebrum terbagi dalam dua bagian simetris, yakni belahan cerebral  dan corpus collosum.
Corpus collosum merupakan jalan untuk mengirimkan pesan bolak balik antara belahan. Para ahli syaraf telah memetakan tiap-tiap hemisphere, baik vertikal maupun horizontal, menggunakan dua panduan utama, yakni central sulcus dan lateral fissure. Bagian vertikal dan horizontal tersebut membantu mengidentifikasi empat tempat atau cuping Otak pada tiap tiap belahan.
Cuping depan (frontal lobea), yang didalamnya termasuk kontrol gerak dan aktifitas kognitif, seperti berencana, membuat keputusan, dan menentukan tujuan, terletak di atas lateral  fissure dan di depan central sulcus. Kerusakan pada bagian ini akan mnyebabkan seseorang menjadi bermasalah pada perilaku manusia dan kepribadian.
Cuping parietal bertanggung jawab atas fungsi sentuhan, rasa sakit,  dan suhu. Bagian ini terletak di belakang central sulcus.
Cuping occipital, tujuan akhir innformasi visual, terletak di belakang kepala.
Cuping temporal bertanggung jawab atas proses pendengaran, yang posisinya terletak dibawah lateral fissure.
Semua cuping-cuping di atas tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan bekerja sama dan berkoordinasi sehingga memunculkan keharmonian. Gerakan otot dalam tubuh dikontrol oleh motor cortex. Perintah dari satu sisi Otak mengalir melalui otot yang berada pada posisi yang berlawanan, misalnya kaki, ia dikontrol oleh syaraf bagian atas motor cortex dan tenggorokan, ia dikontrol oleh syaraf bagian bawah motor cortex.
Bagian–bagian selanjutnya adalah kulit luar somatosensory. Bagian ini berfungsi memroses informasi tentang suhu, sentuhan, posisi badan, dan rasa sakit. Sama halnya dengan lapisan luar motor, bagian atas lapisan luar sensor berhubungan dengan bagian bawah tubuh dan bagian lapisan luar motor terhubung dengan bagian atas tubuh. Banyak daerah di lapisan luar sensor digunakan oleh bagian tubuh yang berfungsi menyediakan informasi sensorik seperti, bibir, lidah, jempol, dan jari-jari. Sama halnya dengan lapisan luar motor, bagian kanan lapisan luar somatosensorik berkomunikasi dengan bagian kiri tubuh, dan bagian kirinya berkomunikasi dengan bagian kanan tubuh. Gambar berikut ini merupakan gambar Lapisan Luar Motor dan Somatosensori.

Gambar 4. Lapisan Luar Motor dan Somatosensorik
Penyeleksian informasi di proses dalam lapisan luar auditori, yang berada dalam dua cuping temporal. Lapisan luar ausitori menerima informasi dari telinga. Salah satu daerah di lapisan luar auditori terlibat dalam proses produksi bahasa. Informasi penglihatan diproses oleh lapisan luar visual, yang terletak di cuping occipital. Itu merupakan daerah yang terbesar yang digunakan untuk memasukkan informasi dari pusat retina.
Tidak semua lapisan luar celebral digunakan untuk memroses informasi sensorik dan memerintah otot untuk bertindak. Faktanya, mayoritas lapisan luar celebral terlibat dalam menginterpretasi dan menyatukan informasi, misalnya berencana dan mengambil keputusan terhadap lingkungan yang dipercaya terjadi di lapisan luar asosiasi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Syaraf


 Sistem Syaraf

Syaraf merupakan suatu sel yang secara khusus berfungsi untuk menerima, memroses, dan mengirimkan informasi ke sel-sel lainnya di dalam tubuh. Gambar berikut ini menunjukkan gambar Syaraf.
 













 Gambar 2. Struktur Syaraf
Gambar di atas menunjukkan bahwa Syaraf menerima informasi melalui dendrit kemudian mengirimkannya lewat axon ke terminal buttons.

Pada umumnya, sistem Syaraf merupakan komposisi ribuan urat Syaraf yang terhubung diantara otak dan seluruh bagian tubuh. Sistem Syaraf terbagi dalam dua jenis utama, yakni sistem Syaraf pusat dan sistem Syaraf periperal. Gambar berikut ini menunjukkan pembagian sistem Syaraf pusat dan periperal.

Gambar 3. Pembagian Sistem Syaraf Pusat dan Periperal
Sistem Syaraf pusat terdiri dari semua urat Syaraf yang ada di otak yang berfungsi untuk menyatukan dan mengoordinasikan semua fungsi tubuh, memproses semua pesan yang dibawa urat syarat dan mengirimkan perintah ke seluruh bagian-bagian tubuh tertentu.
Sistem Syaraf periperal merupakan komposisi jaringan urat Syaraf yang menghubungan Syaraf pusat ke seluruh tubuh. Syaraf periperal terbagi menjadi dua jenis, yakni sistem Syaraf somatis dan sistem Syaraf otonomis. Syaraf somatis berfungsi untuk mengatur gerakan tubuh, misalnya ketika kita sedang mengetik sebuah surat. Gerakan jari kita diatur oleh Syaraf somatis yang mendapat pesan dari otak untuk menekan tombol-tombol tertentu.
Sistem Syaraf otonomis berfungsi untuk menopang basis proses kehidupan. Syaraf tersebut bekerja 24 jam sehari dan mengatur fungsi tubuh ketika seseorang dalam keadaan tidak sadar seperti, pernafasan, pencernaan, dan pergerakan. Syaraf otonomis melakukan fungsi yang berhubungan dengan dua jenis hal-hal untuk bertahan hidup, yakni terlibat dalam melawan organisme dan perawatan tubuh. Dalam menjalankan fungsinya, Syaraf ini terbagi dalam dua jenis yakni, bagian simpatetik (sympathetic division) dan bagian parasimpatetik (parasympathetic division).
Bagian simpatetik berfungsi untuk membangun respon terhadap situasi darurat. Syaraf ini dapat dikatakan sebagai pemecah masalah, misalnya ketika seseorang dalam situasi yang bahaya atau darurat, Syaraf ini mengirim pesan ke otak untuk ”melawan” atau ”menghindar”. Pencernaan terhenti, darah menyebar keseluruh tubuh melalui otot-otot, pengiriman oksigen meningkat, dan denyut jantung pun meningkat. Setelah situasi bahaya atau darurat berlalu, bagian para simpatetik mengambil peran dan seseorang tersebut mulai menjadi tenang. Pencernaan kembali normal, detak jantung menjadi normal dan pernafasan menjadi rileks.

Selanjutnya, pembagian tugas sistem Syaraf bagian simpatik dan parasimpatetik, diilustrasikan pada gambar berikut ini.

 


                                 Gambar 5. Sistem Syaraf Otonomis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Kelenjar Endokrin

Sistem Kelenjar Endokrin

Gen manusia merujuk pada sebuah sistem pengaturan yang kompleks, yakni sistem Kelenjar Endokrin, yang berfungsi menyokong kerja sistem syaraf. Sistem Kelenjar Endokrin merupakan jaringan cairan yang dinamakan hormon. Gambar berikut ini menunjukkan gambar cairan endokrin pada pria dan wanita.














Gambar 10. Cairan Endokrin pada Pria dan Wanita.
Sebagaimana telah diurakan pada bahasan sebelumnya bahwa struktur otak yang dikenal sebagai hypothalamus melakukan fungsi sebagai stasiun perantara antara sistem endokrin dan sistem syaraf pusat. Sel-sel tertentu di dalam hypothalamus menerima pesan dari sel-sel otak di bagian lain, memerintahkannya untuk menghasilkan sejumlah hormon. Hormon, diproduksi pada bagian-bagian tertentu pada tubuh, dengan fungsinya masing-masing, sebagaimana tampak pada tabel berikut ini.
          Tabel 1. Kelenjar Utama Endokrin dan Fungsi Hormon yang
                        Diproduksinya

Nama Kelenjar
Memproduksi hormon yang mengatur
Hypothalamus
Pengeluaran kelenjar hormon dibawah otak
Kelenjar bawah otak bagian depan



Testis daninduktelur
Memproduksisusudalampayudara
Metabolisme
Reaksiterhadap stress
Kelenjarbawahotakbagianbelakang

Konservasi air
Pengeluaransusupayudara
Konstraksiusus
Gondok

Metabolisme
Pertumbuhandanperkembangan
KelenjarGondok
Kadar kalsium
Usus
Pencernaan
Pankreas
Metabolismeglukosa
Andrenalin


Responsmelawanataumenghindar
Metabolisme
Hasratseksualpadawanita
induktelur

Perkembanganciripembawaansekswanita
Produksitelur
Testis


Perkembanganciripembawaansekspria
Produksisperma
Hasratsekspadapria



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS